Pada suatu hari, di sebuah hutan
terdapat seekor Serigala yang tengah hamil tua. Dan ketika ia
berjalan-jalan untuk mencari makanan, ia mendengar sebuah tangisan yang
terdengara dari balik semak belukar. Saat Serigala tersebut
menghampirinya, ternyata ia melihat seekor bayi monyet yang tengah
menangis. Karena sang Serigala merasa iba dan terasa ingin melahirkan,
maka ia pun memutuskan untuk tinggal di tempat tersebut, sampai akhirnya
ia melahirkan dua ekor bayi serigala.
Induk Serigala ternyata tidak ingin
meninggalkan bayi monyet, maka ia pun beriat untuk mengurusnya. Seperti
kepada bayi serigala, ia juga menyusui bayi monyet. Anehnya, bayi monyet
tersebut pun tak segan untuk menyusu kepada induk Serigala. Setelah
mereka beranjak dewasa, anak monyet masih merasa bahwa induk Serigala
tersebut adalah ibunya. Namun, perbedaan dapat terasa ketika makan, anak
monyet seringkali memakan buah-buahan dan bergelantungan di atas pohon,
sedangkan anak serigala memakan daging yang selalu dibawa oleh
induknya.
Ketika mereka semakin beranjak dewasa,
mereka akhirnya harus hidup mandiri. sang monyet dan dua serigala,
mencari mangsa, menyusuri hutan dan tidur bersama. Suatu ketika, salah
satu serigala hilang dan terpisah, secara tiba-tiba pun mereka mendengar
lolongan serigala yang terdengar sayup-sayup dari kejauhan. Mereka pun
berpikir bagaimana cara menemukan serigala yang hilang tersebut. Dengan
keahliannya masing-masing mereka mulai mencari serigala yang hilang.
Sang monyet bergelantungan di atas pohon, sementara itu serigala
mengendus keberadaan saudaranya yang hilang.
Sekian lama mencari mereka akhirnya
menemukan saudaranya yang hilang, ia terperangkap dalam sumur yang
dibuat oleh para pemburu. Untuk menolong saudaranya, mereka pun bekerja
sama. Monyet membuat tali dari kulit pohon, dan serigala menggigit tali
tersebut dengan giginya yang sangat kuat. Monyet masuk kedalam sumur dan
merasa iba melihat keadaan serigala yang lemas tak berdaya. Akhirnya
serigala tersebut pun dapat terbebaskan dari dalam sumur, walaupun
keadaannya memang sudah lemah. Melihat keadaan tersebut, sang monyet pun
mencari minum untuk saudara serigalanya. Tak berselang lama, ia pun
kembali dan memberikan minum. Kedua serigala tersebut pun berterima
kasih kepada monyet karena telah menyelematkannya, mereka akhirnya
sepakat untuk pulang dan menemui induk serigala.
Sesampainya di tempat sang induk, mereka
melihat induk serigala yang tengah kebingungan karena mencari
keberadaan mereka. Namun, kedua serigala tersebut menceritakan semua
kejadian yag telah dialami. Induk serigala pun merasa terharu dan
berterima kasih kepada monyet. Setelah keadaan mulai tenang, sang induk
pun menceritakan keadaannya yang sudah semakin tua dan tidak bisa lagi
mencari mangsa. Maka ia menyampaikan pesan kepada anak-anaknya, jika
berburu jangan terlalu lama dan harus cepat kembali pulang untuk melihat
keadaan ibu serigala. Namun sang monyet mengatakan, ia akan menemani
ibu serigala karena ia merasa tidak perlu jauh untuk mencari makanan.
Mendengar perkataan sang monyet, ibu serigala pun merasa tenang dan ia
bisa menikmati hari tuanya yang ditemani oleh ketiga anaknya. Mereka
saling berbagi, monyet pun merasa bahagia dengan keadaannya karena ia
mendapatkan kesempatan untuk membalas kebaikan dari serigala.
ARTIKEL TERKAIT:
Home