Selamat datang di Blog Ranulogong News

web widgets

Rabu, 06 November 2013

Monyet Dan Serigala

Pada suatu hari, di sebuah hutan terdapat seekor Serigala yang tengah hamil tua. Dan ketika ia berjalan-jalan untuk mencari makanan, ia mendengar sebuah tangisan yang terdengara dari balik semak belukar. Saat Serigala tersebut menghampirinya, ternyata ia melihat seekor bayi monyet yang tengah menangis. Karena sang Serigala merasa iba dan terasa ingin melahirkan, maka ia pun memutuskan untuk tinggal di tempat tersebut, sampai akhirnya ia melahirkan dua ekor bayi serigala.
Induk Serigala ternyata tidak ingin meninggalkan bayi monyet, maka ia pun beriat untuk mengurusnya. Seperti kepada bayi serigala, ia juga menyusui bayi monyet. Anehnya, bayi monyet tersebut pun tak segan untuk menyusu kepada induk Serigala. Setelah mereka beranjak dewasa, anak monyet masih merasa bahwa induk Serigala tersebut adalah ibunya. Namun, perbedaan dapat terasa ketika makan, anak monyet seringkali memakan buah-buahan dan bergelantungan di atas pohon, sedangkan anak serigala memakan daging yang selalu dibawa oleh induknya.
Ketika mereka semakin beranjak dewasa, mereka akhirnya harus hidup mandiri. sang monyet dan dua serigala, mencari mangsa, menyusuri hutan dan tidur bersama. Suatu ketika, salah satu serigala hilang dan terpisah, secara tiba-tiba pun mereka mendengar lolongan serigala yang terdengar sayup-sayup dari kejauhan. Mereka pun berpikir bagaimana cara menemukan serigala yang hilang tersebut. Dengan keahliannya masing-masing mereka mulai mencari serigala yang hilang. Sang monyet bergelantungan di atas pohon, sementara itu serigala mengendus keberadaan saudaranya yang hilang.
Sekian lama mencari mereka akhirnya menemukan saudaranya yang hilang, ia terperangkap dalam sumur yang dibuat oleh para pemburu. Untuk menolong saudaranya, mereka pun bekerja sama. Monyet membuat tali dari kulit pohon, dan serigala menggigit tali tersebut dengan giginya yang sangat kuat. Monyet masuk kedalam sumur dan merasa iba melihat keadaan serigala yang lemas tak berdaya. Akhirnya serigala tersebut pun dapat terbebaskan dari dalam sumur, walaupun keadaannya memang sudah lemah. Melihat keadaan tersebut, sang monyet pun mencari minum untuk saudara serigalanya. Tak berselang lama, ia pun kembali dan memberikan minum. Kedua serigala tersebut pun berterima kasih kepada monyet karena telah menyelematkannya, mereka akhirnya sepakat untuk pulang dan menemui induk serigala.

Sesampainya di tempat sang induk, mereka melihat induk serigala yang tengah kebingungan karena mencari keberadaan mereka. Namun, kedua serigala tersebut menceritakan semua kejadian yag telah dialami. Induk serigala pun merasa terharu dan berterima kasih kepada monyet. Setelah keadaan mulai tenang, sang induk pun menceritakan keadaannya yang sudah semakin tua dan tidak bisa lagi mencari mangsa. Maka ia menyampaikan pesan kepada anak-anaknya, jika berburu jangan terlalu lama dan harus cepat kembali pulang untuk melihat keadaan ibu serigala. Namun sang monyet mengatakan, ia akan menemani ibu serigala karena ia merasa tidak perlu jauh untuk mencari makanan. Mendengar perkataan sang monyet, ibu serigala pun merasa tenang dan ia bisa menikmati hari tuanya yang ditemani oleh ketiga anaknya. Mereka saling berbagi, monyet pun merasa bahagia dengan keadaannya karena ia mendapatkan kesempatan untuk membalas kebaikan dari serigala.

ARTIKEL TERKAIT: